About

Selamat datang di Memuridkan Bangsa – Bangsa!  Tujuan kami untuk situs ini adalah untuk menyediakan artikel pengajaran Alkitab yang akan mendampingi orang – orang dalam pemuridan dan mengembangkan pengertian yang lebih baik akan Firman Tuhan. Kita percaya bahwa ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus dan menerapkan kebenaran Tuhan, itu akan membawa sumbangsih kepada transformasi dari hidup kita, keluarga kita, komunitas kita dan bangsa kita. Ketika kita menjadi pengikut Yesus, kita perlu mengerti bahwa hal ini seperti menikah – Itu bukanlah akhirnya, itu baru permulaan saja! Kehidupan kita seharusnya menjadi proses secara terus menerus dari mengembangkan hubungan kita dengan Tuhan dan di transformasi oleh Dia agar hidup kita menjadi terus menerus serupa dengan gambar Kristus.  Ini akan menghasilkan kita mampu mewakili Tuhan  kepada orang lain dan untuk dipakai oleh Dia untuk membawa KerajaanNya yang baik ke dalam dunia ini.

Inti dari artikel ini adalah sejumlah konsep dasar yang kita yakini ditekankan di dalam Firman Tuhan dan penting untuk menjadi pengikut Yesus.

·         Perintah yang Terbesar (Matius 22:36-40) – Ketika guru terbesar Kekristenan mengatakan bahwa ini adalah perintah yang terbesar, lebih baik kita memperhatikannya. Kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita, jiwa dan pikiran, dan kita dipanggil untuk mengasihi tetangga kita seperti diri kita sendiri. Yesus selalu menyampaikan kedua perintah ini bersama – sama, kasih kita kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kasih kita kepada sesama. Yesus menguraikan perintah ini di dalam Lukas 10 melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati dengan mengatakan bahwa setiap orang, sekalipun mereka tidak berasal dari suku yang sama atau agama yang sama adalah tetangga kita. Perintah yang Terbesar juga menunjukkan kepada kita bahwa mengikut Yesus bukanlah masalah agama, tetapi hubungan dengan Tuhan yang hidup, yang mengubahkan kita dan memiliki pengaruh kepada setiap hubungan di sekeliling kita.

·         Amanat Agung (Matius 28:18-20) – Setelah kebangkitanNya dan sebelum kenaikanNya, Yesus memberikan arahan kepada Gereja mula – mula yang sangat penting. Kita perlu membawa kabar baik ini kepada setiap bangsa. Dalam bahasa Yunani, (ethne) yang berarti kepada setiap kelompok orang yang ada di planet ini dan menjadikan murid – murid Yesus yang hidup di dalam ketaatan kepada Dia. Dia Tuhan dari semua bangsa, Bapa dari semua orang, dan Dia rindu agar setiap orang akan mempunyai kesempatan memiliki hubungan dengan Dia dan mengalami kasihNya.

·         Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya (Matius 6:33) – Kita harus memastikan bahwa prioritas utama hidup kita mencerminkan prioritas Tuhan. Tuhan dan kerajaanNya seharusnya yang paling penting dalam kehidupan kita. Inti Doa Bapa Kami, sesuatu yang harus kita doakan setiap hari dan memberikan hidup kita adalah agar Kerajaan Allah datang ke Indonesia, kehendakNya jadi disini di Indonesia seperti di surga (Matius 6:10).  Saat Kerajaan Allah dan kehidupan yang berkelimpahan masuk ke dalam hati kita, Tuhan dapat memakai kita untuk membawa KerajaanNya dan hidup yang berkelimpahan ke dalam keluarga kita, komunitas kita, dan bangsa kita.

·         Mengerti identitas kita sebagai anak Allah (Yohanes 1:12, 1 Yohanes 3:1) – Penting untuk kita mengerti identitas kita sebagai putra putri Allah. KasihNya kepada kita sungguh – sungguh tanpa syarat dan tidak berdasarkan atas tampilan. Pewahyuan ini mengalahkan rasa tidak aman di dalam hidup kita dan menyembuhkan dan memulihkan kita. Bahkan ciptaan menunggu kita untuk melangkah keluar ke dalam indentitas kita yang benar sebagai putra putri Allah (Roma 8:18-21).  Segala sesuatu perlu kita mulai dengan dan dipertahankan dengan hubungan kita dengan Bapa di surga.  Perintah terbesar ke-2 adalah perintah dari hubungan – dengan Tuhan dan orang lain. Bahkan Amanat Agung diberikan dalam konteks hubungan – Dia selalu bersama kita.

·        Menjadi serupa dengan gambar Kristus (Roma 8:29) – Bapa surgawi mungkin mengasihi kita tanpa syarat seperti apa adanya kita, tetapi Dia ingin mengubahkan kita, mentransformasi kita, membersihkan kita, menyucikan kita dan membuat kita serupa dengan gambar AnakNya Yesus agar kita dapat mewakili Dia kepada orang lain. Mereka yang ada disekitar kita seharusnya dapat melihat dan mengalami Kristus di dalam kita (Kolose 1:27).  Ini berarti bahwa kita harus lebih banyak lagi menghasilkan buah – buah roh agar, seperti pohon yang berbuah banyak, hidup kita akan menjadi berkat kepada mereka yang disekeliling kita. (Galatia 5:22-23).

·         Kita diberkati untuk menjadi berkat (Kejadian 12:1-3) – Sebagai anak iman dari Abraham, kita mewarisi janji Abraham (Roma 4:10-18).  Kita telah disambut ke dalam keluarga Allah dan sekarang putra putriNya Allah. Sebuah kehormatan yang luar biasa! Sebuah berkat yang luar biasa! Tetapi sebagai sebuah kehormatan berada didalam keluarga, ada juga tanggung jawab. Kita telah dipanggil untuk mewakili Allah kepada bangsa – bangsa.  Seperti bapa kita Abraham, Bapa iman, kita telah diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat kepada bangsa – bangsa.

Artikel ini biasanya memberikan kesimpulan dengan beberapa pemikiran akan bagaimana menerapkan pengajarannya. Kami mendorong Anda untuk merenungkannya dan tantang diri Anda bagaimana Anda akan menerapkan kebenaran ini ke dalam kehidupan Anda. Yesus mengatakan bahwa tidak cukup untuk hanya mendengar firmanNya. Dia berkata bahwa barangsiapa mendengar firmanNya dan tidak melakukan apa – apa untuk hal itu adalah seperti orang yang membangun rumahnya di atas pasir. Saat badai datang, rumah mereka akan runtuh dan akan megalami kerusakan besar. Tetapi ketika kita mendengar firman Tuhan dan melakukannya maka Yesus mengatakan kita seperti orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu, dan saat badai datang rumah kita teguh berdiri (Matius 7:24-27).  Marilah kita menjadi orang yang berhikmat, yang tidak hanya mendengar firman Tuhan tetapi juga melakukannya.

%d blogger menyukai ini: